Anukratih Purusasya Sarvasya
(Cinta Adalah Segalanya Bagi Manusia)
Sungguh hidup ini begitu kejam dan menyakitkan,membuat hidup manusia seakan tak menemukan arah untuk menenangkan hati,jiwa,dan pikiran. Mereka begitu terpuruk merasakan hidupnya yang penuh dengan kesengsaraan dan kesendirian. Mereka bahkan merasakan sakit yang tak dapat dilihat oleh insan lain,sungguh teriris jiwa kecil mereka. Lantas dimana Tuhan mereka ? dimana sumber pertolongan mereka saat itu ? sebegitu tidak pedulikah Tuhan terhadap kesengsaaran mereka ? . Salah,kalian SALAH BESAR mempertanyakan hal itu. Asal kalian tau saat itu Tuhan telah membuat rencana,rencana yang akan membuat manusia melupakan rasa sakit itu. Lalu, apa rencana Tuhan itu ? mengapa rencana itu dapat melupakan segala kesengsaaran manusia ? . Hai manusia semua, Tuhan tengah merencanakan suatu hal, hal itu adalah... Tuhan membuat suatu perasaan yang diberi nama CINTA.
Sungguh aneh bukan ? mengapa Tuhan membuat perasaan cinta ? mengapa cinta dapat menghapus segala kesedihan manusia yang telah mereka alami ? bukankah itu tidak adil. Manusia dibuat tak tentu arah baru kemudian diberi pertolongan yang mereka tak tahu apa arti pertolongan itu. Oh Tuhan beritahu kami,beritahu umatmu yang tak berdaya ini,Tuhan cinta itu apa ? berikan jawaban untuk kami.
ππ "Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan zaman. Perkataan senantiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda."ππ
Manusia begitu bersyukur saat itu,rencana Tuhan membuat kesengsaaran mereka terobati bahkan luka mereka pun seperti terjahit rapi dan sembuh. Mengapa begitu ? karena dengan adanya cinta insan manusia perempuan dan laki-laki akan bersatu,dimana manusia akan memiliki pasangan untuk hidup dan mati bersama. Kesengsaraan dan musibah kini akan mereka lewati bersama,kini mereka tak lagi merasa hidup dalam kesendirian dan kesepian. Mereka telah menemukan sandaran disaat mereka terpuruk,mereka telah menemukan tangan yang siap menggandeng dan menyemangati mereka disaat putus asa. Terimakasih Tuhan. π«ππ
Karya : NIKEN JUWITA RIA AGUSTIN (IX-A)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar